Selasa, 28 Mei 2013

leadership

LEARDERSHIP (KEPEMIMPINAN) Makalah Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah: Manajemen Syariah Dosen Pengampu: M. Mustaqim, M.Pd.I., MM Disusun Oleh: Feira Nur Annisa 211237 Nur jannah 211238 Mey istiana 211239 Afa Izdiana 211240 SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS JURUSAN SYARIAH/MBS TAHUN AKADEMIK 2012 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Sering kita mendengar kata Leadership ( kepemimpinan) dikehidupan ini, tapi apa kalian tahu apa itu tu leadership. Suatu organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya pemimpin. Leadership (kepemimpinan) akan lebih berhasil jika memimpin dengan keteladanan, terdapat slogan jawa mengatakan “ Ing ngarso sung tuladha, Ing Magyambangun karsa, Tut wuri Handayani ( didepan memberi contoh/ teladan, ditengah member semangat, di belakang memberi dorongan/ mendukung. Pemimpin yang seperti itu mampu mengundang rasa hormat dan decak kagum kita. Dalam perjalanan sejarahbangsa Indonesia, saatini pun kita mengalami krisis kepemimpinan, secara khusus krisis dalam hal kepemimpinan dengan keteladanan. Keteladanan adalah keutamaanetis, merupakan bagian penting dari kualitas kepemimpinan. Sering kita mendengar kata Leadership (kepemimpinan) dikehidupan ini, tapi apa kalian tahu apa itu leadership. Maka itu makalah ini dibuat guna untuk membahas lebih mendalam tentang leadership, dengan mengikuti diskusi ini dengan baik insya Allah akan lebih faham tentang kepemimpinan. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan leadership? 2. Bagaimana Dalil mengenai Leadership? 3. Bagaimana menjadi Leadership yang ideal sesuai syariat islam? 4. Apa saja Trik Leadership? BAB II PEMBAHASAN A. Arti Kepemimpinan Secara Syariah I. Umara ( UlilAmri ) Ulil amri atau pemimpin adalah orang yang mendapat amanah, untuk mengurus urusan orang lain, jika ada pemimpin yang tidak mengurus kepentingan rakyatnya maka ia bukanlah seorang pemimpin dan jika ada seorang direktur yang tidakmenguruskepentinganperusahaannya, maka itu bukanseorang direktur.Dan jikaadaketua kelas yang tidakmengurusianakbuahnya, makabelumdikatakan sebagai pemimpinkelas yang sukses. II. KhadimulUmmah (PelayanUmat) Seorang pemimpinharusmenempatkandiripadaposisisebagaipelayanmasyarakat (pelayanperusahaan), seorangpemimpinharusbisaberfikirkreatif agar perusahaan yang di pimpinnyamaju, karyawansejahtera, sertamasyarakatsekitarmenikmatikehadiranperusahaan. Khilafah (Pengganti) Seseorang yang diberi wewenang untuk bertindak dan berbuat sesuai dengan ketentuan-ketentuan orang yang memberi wewenang. Pengertian Leadership SecaraKonvensional Kepemimpinansendirimemilikipenafsiran yang di ibaratkansepertiarticinta yang di jelaskandenganberbagaimacamcara. BahwakepemimpinanadalahSuatuupayauntukmempengaruhibanyak orang denganmelaluikomunikasiuntukmencapaitujuan. Dan kepemimpinanjuga di artikansebagaitindakan yang menyebabkanseseorangbertindakataupunmeresponsertamenimbulkanperubahanpositif. Contoh: seorangpemimpinbisamengajakkaryawanataupuntimuntukbergerakkearah yang samayaitumengubahorganisasimenjadiperusahaan yang lebihmaju. Seseorangpemimpin harus dapatmemberikaninspirasi, membujuk, memengaruhidanmemotivasisehingga dapatmemacuperubahan yang berguna. Artinyaseorangpemimpinjugaharusdapatmenciptakanvisibagi orang lain kemudianpemimpintersebutmengarahkanmerekauntukmencapaivisitersebut. Untukmenjadiseorangpemimpinharuslahmempunyaibawahan yang dapat di percayaterhadappemimpinnyadanbersediauntukberkomitmendanmendukungpemimpinuntukmencapaitujuan. Itulah yang di maksuddengankepemimpinan..Pemimpin yang baikadalahpemimpin yang mendahulukankepentinganbersamadaripadakepentinganpribadi. Seorangpemimpinadalahseorangfilsuf yang menjadihebatkarenaberhasilmembawaanakbuahnya agar mencapaitujuanbersama. Jadi, hakikatpemimpinadalah “memerintahuntukmeningkatkan orang yang diperintahSejarahmencatatbahwatidakadaorganisasimaju yang tidakmulaidaripemimpinnya. B. Daliltentangkepemimpinan                                59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Dari ayat diatas kita bisa menyimpulkan bahwa Allah memrintahkan kita sekalian untuk mentaati pemimpin( Ulil Amri). Sudah dijelaskan Prinsip dari Actuating yaitu Taat pda orang yang memimpin,Apabila bawahan tidak mematuhimapa yang diperintahkan pemimpinnya maka organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan ideal. Yang di maksud dari kata “para pembantunya adalah orang-orang yang baik” yaitu jika seorang pemimpin melakukan sesuatu yang baik maka bawahan akan mendukung dan sebaliknya. Jika seorang pemimpin melakukan tindakan yang kurang baik maka bawahan akan mengoreksi. Di situlah pentingnya mekanisme saling mengoreksi dan menasehati. C. TipeKepemimpinan yang Baik TipekepemimpinanadalahpendekatandanragamLeadership memberikanarahan, implementasirencanadanbagaimanamemotivasibawahannya. Untukmencapaisuatutujuandalamorganisasi di perlukanpemimpin yang berkarakter, pemimpin yang bukansajacakaptetapijugadanharusbijaksana. Perbedaandalamkepemimpinansahsahsaja, asalkantujuanorganisasitercapaidan sang pemimpindapatmenggandengbawahannyauntukmencapaitujuantersebut.Menurut U.S.A Army Handbuk (2007) Terdapattigagayautamakepemimpinan: 1. Gaya KepemimpinanOtoriteratauOtokratis Gaya iniditerapkanmanakalapemimpinmemintabawahanuntukmelakukanapa yang diinginkanpemimpinnya,gayakepemimpinaninicenderungkasarkarenasifatdarigayakepemipinaninitidakmengenal kompromi yang pentingbawahanmelakukankewajibansebabdalamkewajibantersebutsudahtermaktubkebijaksanaandankebaikan. Dan pertanyaannyasekarangkapansebaiknyagayainiditerapkan??????????. Gaya iniditerapkandalamkondisidimanaseorangpemimpinmemilikisemuainformasiuntukmemecahkanmasalah, mengejarwaktu, dankaryawanjugatermotivasi. 2. Gaya Kepemimpinan Participation ( Demokrat ) Gaya kepemimpinaninitidaksegeramendapathasildanmencapaitujuanakantetapi, terdapatsisipositif yang bisadiambilyaitubersahabatdanegaliter. Bahasa yang digunakanbukanmemerintahnamunlebihsebagaiajakan. Gaya kepemimpinanpartisipatifinicocokbagibawahan yang sudahterdidikdanpahammengenaihakdankewajibannya, baikpemimpinmaupunbawahansalingmenguntungkan. Setiapanggotajugamenjadibagiandariorganisasi, sehinggamemungkinkanpemimpinuntukmembuatkeputusan yang lebihbaik. 3. Gaya KepemimpinanSecaraBebasatauDelegasi Gaya inipemimpinmemungkinkanbawahanuntukmembuatkeputusan. Namun, pemimpintetapmengawasidanbertanggungjawabataskeputusannya, kemungkinandenganmenggunakangayainisuatuorganisasiakanmencapaitujuan, manakalabawahanmampumengalisissituasidanmenentukanapa yang perludilakukanbagaimanamelakukannya. Karena, seorangpemimpintidakdapatmelakukansemuanyasendiri. Dari tiga gayakepemimpinantersebutkitatidakdapatmendikotomisalahsatudarigayatersebut, ketiganyabaiktergantungpadasituasidankondisi. Seorangpemimpin yang baikakanmengkombinasikanketigagayatersebut. Untukmenerapkangaya yang akandipilihsangattergantungpadapemimpin, bawahan, dansituasikondisi. Dan pemimpin yang terbaik adalah orang yang faham betul diri mereka sendiri, orang yang dipimpinnya, dan kebutuhan organisasi sehingga dapat menjatuhkan pilihan yang paling tepat tidak melupakan memiliki skill untuk melaksanakan. D. KrtiteriaPemimpinSuksesmenurutSyara’ a. Pemimpin Yang DicintaiBawahan Organisasi yang pemimpinnyadicintaiolehbawahanakanberjalandenganbaikdenganbegituseorangpemimpintidakhanyamemilikikemampuanuntukmelakukantugas – tugaskepemimpinantapijugaharusmemilikikemampuanuntukmegelolahati. b. Pemimpin Yang MampuMenampungAspirasi Bawahannya Seorangpemimpin yang baikadalah yang bijaksanaterhadapkritikandaribawahannya, harussalingmengoreksidansalingmenasehati. c. Pemimpin Yang SelaluBermusyawaroh Musyawarahdilakukandengan orangkepercayaangunamembahaspersoalanpersoalan yang berkaitandenganorganisasitersebut. Denganadanyamusyawarahmakaakanterjaditukarpendapatdanpemikiran. d. SeorangPemimpin Yang Tegas Tipe pemimpin dalam islam tidak otoriter, melainkan tegas dan bermusyawarah serta di cintai, walaupun perusahaan yang di pimpinnya bergerak dalam bidang ekonomi.  KriteriaPemimpinSejati Lebihdari 10 tahunlalu, Robert P. Neuschelmenelitilebihdari 1000 eksekutif.Inimerupakanhasilkonsensus yang merupakankombinasidarisifatterpentingPemimpinSejati, adapunkriterianyaadalahsebagaiberikut : a) Dapatmemotivasi/ memberi inspirasi. b) Mempunyai rasa percayadiridanantusiasme c) Mempunyai rasa Empati d) MemilikiKecerdasandanpengetahuan e) Hadir di saat-saatpenting, terutamasaat di butuhkanperananseorangpemimpin f) Menghindaritampilarogan g) Tidakpernahtakut/ ragu-ragu (yakin) h) Tidakpernahmerendahkan/ meremehkan orang lain. i) Bersikap Terbuka j) Bersikapefektifdanefisiendalammemutuskansegalasesuatu.. 10 kriteriaini, bukanlahresep yang terpenting, tetapidariresepinikitabisalebihmudahdalam melangkah.Kepemimpinanbukansemata-mataperkarapengetahuan, tetapikepemimpinanadalahseni. Senimemimpin yang mempunyai Kriteriadan ciri khassetiappemimpin. E. Beberapa TrikMenjadi Seorang Pemimpin • .Karisma Karisma merupakan ciri dasar seorang pemimpin yang berhasil. Pemimpin yang berkarisma akan lebih dihormati dan dipatuhi bawahannya. Memang tidak mudah belajar menjadi karisma. Tetapi, tenang saja ada sejumlah sifat khas orang karismatok yang mudah dipelajari.contoh: orang berkarisma selalu menatap mata lawan bicaranya dan orang berkarisma menyapa orang asing dengan penuh percaya diri. • Menjadi Sumber Inspirasi Menjadi sumber inspirasi jauh lebih sulit dibandingkan menjadi orang berkarisma. Satu kunci yang jelas tapi kerap diabaikan untuk menjadi sumber inspirasi adalah menguasai bidang pekerjaan anda. Tak ada yang mampu menjadi sumber inspirasi sedemikian baik kecuali seorang tokoh teladan. Bekerjalah dengan baik dan dan dengan integritas mutlak. Integritas adalah jantung dari perbuatan yang membangkitkan inspirasi. • Belajar Mencintai Bisnis Anda Bila pegawai organisasi melakukan bisnis itu seolah-olah miliknya pribadi, dapat di harapkan sumber daya yang terbuang akan berkurang dan secara umum perusahaan itu akan berjalan lebih efisien. • Belajar Mencintai Pelanggan Awalnya dengan memperluas pergaulan, bagi banyak pemimpin hubungan seperti inilah yang mereka miliki dengan pelanggan mereka. • Belajar Mencintai Karyawan Pemimpin yang berhasil harus bisa belajar mencintai bawahan, belajar melakukannya sekalipun karena terpaksa harus bisa bersikap bahwa cinta hadir karena menghendakinya, dan bukan karena membutuhkan untuk meraih hasil. • Belajar Mencintai Diri Sendiri Mungkin inilah jenis cinta yang terpenting tetapi tersulit. Kemampuan mencintai orang lain muncul kalau mampu mencintai diri sendiri. Kalau tidak, mustahil menjadi pemimpin yang tangguh. Dari pembahasan diatas masih ada trik-trik yang lain, tetapi kami mengambil dari yang paling penting untuk mencoba trik tersebut. Kesimpulan : kepemimpinanadalahSuatuupayauntukmempengaruhibanyak orang denganmelaluikomunikasiuntukmencapaitujuan Pemimpin yang terbaik adalah orang yang faham betul diri mereka sendiri, orang yang dipimpinnya, dan kebutuhan organisasi sehingga dapat menjatuhkan pilihan yang paling tepat tidak melupakan memiliki skill untuk melaksanakan Tanpa kita sadari sebenarnya kita semua mempunyai jiwa untuk memimpin. Dan banyak orang memang berusaha sekuat tenaga untuk menjadi seorang pemimpin, Pesannya “ jangan merasa takut untuk menjadi besar” yaitu menjadi seorang pemimpin yang baik. Daftar Pustaka : Didin Hafidhuddin, 2003, Manajemen Syari’ah, Jakarta: Gema Insani Paul Birch, 2006, Instant Leadership, Gelora Aksara Pratama Andrew J. DuBrin, 2005, Leadership Edisi kedua, Jakarta: Prenada Media http//Ariel.blogspot.com/2012/25/Pengertian Leadership.html Johan O. Silalahi, 2012, Mengurai Masalah Bangsa dan Negara, Jakarta: JohansFoundation

Tidak ada komentar:

Posting Komentar